Hidupku hanyalah denyut-denyut nadi yang tertusuk dalam jiwa gersang
Terlumur oleh debu-debu ilusi dan fatamorgana
NESTAPA
Kebahagiaan hanyalah setitik api
Yang membakar mimpi dengan keangkuhannya
Haruskah aku tempuh hjidupku?
Sedangkan matahari telah pergi meninggalkan aku
Disini sendiri
Kini hanyalah tinggal cemara kering
Yang tersangkut aku di dalam lapuk nya
Untuk selalu bersama
Menanti setetes kehidupan
Yang mungkin runtuh di angin malam
Dikala sedih kukenang wajah mu
Dikala senang ku ingat senyum mu
Dikala tertawa ku ingat lirik mata mu
Dan dikala menangis aku ingat suara mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar